Semangat juang beliau yang tidak pernah putus

Bila menilik sejarah, memang tidak bisa dijelaskan secara singkat karena kronologi waktu yang begitu panjang dengan berbagai macam peristiwa yang apik. Terlebih lagi bila kita membicarakan sejarah Indonesia, sudah tidak asing lagi di telinga kita. Indonesia pernah mengalami konflik berdarah di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Pernyataan tersebut mengingatkan kita pada para pejuang, pahlawan nasional Indonesia yang mati-matian membela tanah air. Salah satunya Cut Nyak Dhien. Pahlawan wanita asal Aceh ini benar-benar dianggap sebagai pahlawan yang sangat hebat pada masa perang aceh. Mau tahu alasannya?

1. Cut Nyak Dhien berjuang melawan Belanda selama 32 tahun lamanya

1. Cut Nyak Dhien berjuang melawan Belanda selama 32 tahun lamanya statusaceh.net / media-kitty.nl

Dalam masa perang tersebut, perjuangan Cut Nyak Dhien tidak pernah habis. Perang ini termasuk ke dalam perang yang paling lama di Indonesia. Pengorbanannya sungguh luar biasa. Perang melawan Belanda dilakukan dengan strategi gerilya yang luar biasa dan semangat fisabilillah (berjalan di jalan Allah). Perang ini berlangsung sampai abad terakhir ke-19.

SPONSOR

2. Cut Nyak Dhien, pahlawan yang ditakuti Belanda

2. Cut Nyak Dhien, pahlawan yang ditakuti Belanda abulyatama.ac.id

Siapa yang sangka bahwa kehadiran beliau bersama pejuang-pejuang Aceh yang lain membuat ketakutan Belanda semakin menjadi-jadi. Cut Nyak Dhien adalah wanita yang pemberani sehingga beliau dibenci oleh Belanda. Beliau adalah anti-Belanda dan akan terus melawan Belanda hingga Belanda jatuh menyerah.

3. Demi medan perang, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar untuk sama-sama melawan Belanda

3. Demi medan perang, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar untuk sama-sama melawan Belanda zoneknowledge.com

Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak Teuku Umar untuk menikah dengannya. Namun setelah Teuku Umar mempersilakannya ikut dalam peperangan, maka Cut Nyak Dhien menerimanya kembali pada tahun 1880. Hal tersebut membuat semangat perjuangan Aceh untuk melawan pasukan Belanda. Yang nantinya mereka melahirkan anak bernama Cut Gambang. 

4. Hubungan Teuku Umar dengan Belanda untuk menipu Belanda

4. Hubungan Teuku Umar dengan Belanda untuk menipu Belanda satujam.com

Pada awalnya penduduk Aceh menyatakan bahwa Teuku Umar mengkhianati Aceh karena hubungannya terus-menerus dengan pihak Belanda. Padahal, hubungan tersebut adalah rencana palsu yang dilakukan oleh Teuku Umar. Dari situlah Teuku Umar mempelajari taktik Belanda sehingga beliau tahu betul rencana Belanda. 

5. Cut Nyak Dhien dijuluki sebagai "Ibu Perbu"

5. Cut Nyak Dhien dijuluki sebagai "Ibu Perbu" pusakadunia.com

Waktu itu ulama bernama Ilyas menyatakan bahwa Cut Nyak Dhien dijuluki sebagai "ibu perbu" dikarenakan beliau ahli dalam bidang agama yang kemudian diakui oleh presiden Soekarno sebagai pahlawan nasional Indonesia pada 2 Mei 1964. Istilah tersebut ditemui pada makam Cut Nyak Dhien pada tahun 1959. 

Penerbit Artikel :



Kirim Artikel

Gimana Reaksi Kamu?

Gimana Pendapat Kamu ?

Kamu akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN .
Silahkan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.



atau Komentari via Facebook dibawah



Kamu mungkin juga suka ini