Atas tragedi ini, apakah Lion Air layak mendapat sanksi? Berikut ini tanggapan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi.

Petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih berjibaku untuk mencari puing-puing dan korban penumpang pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang, yang  jatuh di Perairan Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.

Total ada 189 penumpang termasuk kru pesawat jadi korban dalam tragedi tersebut.

1. Tanggapan Jokowi soal sanksi untuk Lion Air

1. Tanggapan Jokowi soal sanksi untuk Lion Air

Jokowi menyatakan harus fokus melakukan pencarian badan pesawat dan korban Pesawat Lion Air JT 610. Ia enggan menanggapi soal sanksi untuk maskapai Lion Air atas tragedi ini.

"Yang kita kerjakan adalah bekerja sekeras-kerasnya di lapangan, agar badan pesawat dan korban-korban segera ditemukan," katanya.

Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan evaluasi pencarian ini. sampai saat ini black box masih dicari. Sehingga belum diketahui penyebab utama jatuhnya pesawat Lion Air.

Terkait santunan, Jokowi mengakui jika pemerintah belum membahasnya. Karena pencarian adalah fokus utamanya.

SPONSOR

2. Polri menerima 24 kantong jenazah

2. Polri menerima 24 kantong jenazah ANTARA FOTO/Reno Esnir

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, mengatakan Polri telah menerima 24 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT 610.

"Dari 189 korban itu, sejak sore (29/10) kemarin yang sudah bisa dikumpulkan, dibawa ke rumah sakit ini sebanyak 24 kantong," kata Ari di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

3. Kantong jenazah itu bukan berisi jasad yang utuh

3. Kantong jenazah itu bukan berisi jasad yang utuh ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kata Ari, kantong jenazah tersebut bukan berisi 24 jasad. Melainkan dalam satu kantong terdapat beberapa jasad, yang kondisinya sudah hancur, tulang-tulang sudah lepas, dan tercerai berai.

Untuk melakukan identifikasi post mortem, RS Polri telah mengerahkan 15 dokter forensik. Seperti Dokter Odontologi untuk kegiatan forensik dan gigi, ahli DNA untuk kegiatan antomertem, serta lainnya.

"Kegiatan antomortem itu untuk pendataan identitas, dan ciri-ciri anggota keluarga," terangnya. Pendataan identitas ini meliputi pakaian, tato atau luka, sepatu, anting, jam dan lainnya.

Sejak pagi, Selasa (30/10), kegiatan antomorterm ini sudah memerika 151 keluarga korban. Namun tidak semua keluarga bisa periksa DNA. Sebab yang bisa diperiksa adalah orangtua atau anak korban.

Penerbit Artikel :



Kirim Artikel

Gimana Reaksi Kamu?

Gimana Pendapat Kamu ?

Kamu akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN .
Silahkan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.



atau Komentari via Facebook dibawah


Komentar via Community




Kamu mungkin juga suka ini