Tiongkok hari ini telah membuat AS seperti orang gila. Segala produk apapun yang berasal dari Tiongkok, dianggap mengancam keamanan nasional AS. Termasuk sepatu maupun tas anak-anak dan sejenisnya.

Tiongkok adalah raksasa yang tertidur. Biarkanlah ia tertidur, karena ketika ia terbangun, maka ia akan menggentarkan dunia. Itulah kutipan kata Napoleon Bonaparte setelah ia pulang dari Tiongkok. Napoleon Bonaparte adalah seorang ahli strategi militer Prancis. Juga seorang peramal ulung. Setelah hampir 200 tahun kemudian, ucapannya terbukti benar. Saat ini, Tiongkok telah menjadi salah satu kekuatan dunia. Dengan perekonomian dan militer kedua terbesar sesudah AS.

Tiongkok hari ini telah membuat AS seperti orang gila. Segala produk apapun yang berasal dari Tiongkok, dianggap mengancam keamanan nasional AS. Termasuk sepatu maupun tas anak-anak dan sejenisnya.

Perang Dagang AS-China yang dilancarkan Donald Trump kian memanas. Dan telah menjalar ke bidang teknologi. Beberapa hari yang lalu, Google mengumumkan untuk menghentikan segala layanan Android OS dengan Huawei. Bisa dibayangkan Ketakutan AS atas kian meningkatnya kemajuan teknologi Tiongkok.

Pada hari yang sama, saat Google mengumumkan pemberhentian kerjasama dengan semua ponsel Huawei, Huawei langsung merespons Plan B nya. Sebenarnya, beberapa tahun yang lalu, Huawei sudah memprediksikan dan mempersiapkan segala kemungkinan yang akan dilancarkan AS. Dan ternyata benar, sehingga hal ini tidak membuat Huawei terkejut.

SPONSOR

Hongmeng OS

Hongmeng OS OS Pertama yang dikembangkan langsung oleh Huawei

Menurut press release kemarin, Huawei akan merilis OS nya sendiri pada awal musim gugur ini. Atau paling lamban di awal musim semi tahun 2020. “鸿蒙” baca “Hong Meng”, nama OS Huawei yang mempunyai arti “awal dari segala kehidupan, atau pusat alam semesta” yang dikembangkan Huawei sendiri. Merupakan kombinasi segala keunggulan Android, Windows maupun iOS. Secara singkatnya, Hongmeng adalah suatu sistem perpaduan yang bisa mendukung ponsel, komputer, internet, mobil dan perangkat cerdas lainnya.

Perlu diketahui, dalam kongres Google I/O 2019 justru mengarahkan pengembangan ke arah Fuchsia OS, seperti Hong Meng OS yang hampir selesai ini. Beberapa waktu yang lalu, Apple juga mengumumkan untuk menyatukan aplikasi di iOS dan MacOS, tetapi masih banyak mengalami hambatan besar. Demikian pula halnya dengan Microsoft Windows. Microsoft juga sedang menyatukan ponsel, komputer, Internet of Things, dan perangkat pintarnya. Namun sayangnya, ponsel Windows kurang diminati pengguna.

Fuchsia OS : Google

Fuchsia OS, adalah sistem operasi berbasis kapabilitas untuk generasi teknologi berikutnya.

Fuchsia OS akan kompatibel dengan aplikasi web. Sehingga ketika diinstal pada komputer, program-program yang didasarkan pada struktur B / S dapat digunakan. Bilamana sistem yang dikembangkan Huawei berhasil, Hong Meng tidak hanya akan menyelesaikan sistem telepon seluler dalam Tiongkok sendiri, tetapi juga memecahkan semua masalah sistem komputer, Internet of Things (IoT), dan perangkat pintar di dunia.

Hong Meng, akan menjadi revolusi dalam sejarah sistem operasi di dunia, karena kemampuannya yang sangat kuat dalam menghubungkan segala objek.

Alasannya :

1. Windows adalah sistem yang ditulis untuk komputer 25 tahun yang lalu. Android adalah sistem yang ditulis untuk ponsel lebih dari satu dekade yang lalu. Kemampuan komputasi dan penyimpanan data yang mereka hadapi saat ini sangat terbatas. Hong Meng tidak mempertimbangkan untuk mengintegrasikan keduanya. Melainkan, mengintegrasikan semua ponsel, komputer, internet, mobil, iOt dan sebagainya menjadi satu di bawah OS Hong Meng.

2. untuk memecahkan masalah kesendatan di android, efisiensi manajemen file yang tidak tinggi, Huawei telah menggerakkan lebih dari 4.000 insinyur teknisi untuk mengoptimalkan sistem operasi Android. Dapat dikatakan, pembelajaran dan pemahaman terhadap sistem operasi Android yang sangat mendalam. Bahkan optimasi Huawei jauh lebih dalam dari sistem android tersendiri. Artinya, Huawei sendiri jauh lebih mengerti Android dibanding bapaknya, Mr. Google. Sebaliknya, justru membuat Google sangat memerlukan optimasi Huawei.

Pada tingkat ini, Huawei telah mendominasi segala keunggulan dan kelemahan sistem operasi Android. Yang nantinya mungkin akan Menjadikan Hong Meng sebagai OS paling canggih di dunia.

3. karena kurangnya investasi dan talenta Tiongkok dalam OS sendiri, Ataupun karena belum memiliki ponsel merek sendiri untuk mendukung, sehingga Tiongkok tidak mengembangkan OS nya tersendiri di masa lalu. Namun, saat ini Huawei telah menghasilkan 300 juta ponsel per tahun. Ia dapat menggunakan OS ini terlebih dahulu pada ponsel seri Magic. Pengguna awal membantu menemukan masalah, dan mengumpan balik ke Huawei. Setelah menyelesaikan semua masalah ini, Huawei akan menggunakannya pada semua ponselnya. Termasuk ponsel yang sangat powerful, P40.

Nantinya, selain versi iOS dan Android, sulit ada developer yang bisa menolak untuk tidak mengembangkan aplikasi untuk 300 juta ponsel pengguna Huawei.

4. Huawei menjadi sangat kuat karena melihat semua masalah secara teliti. Huawei merilis Ark kompiler, adalah untuk mengkompilasi berbagai macam aplikasi didunia. Membuatnya cocok untuk integrasi dengan ponsel Huawei. Di masa depan, selama aplikasi versi android dikompilasi, semua developers dapat menampilkan Aplikasi baru untuk Huawei. Sehingga memudahkan pengguna untuk menerima sistem ini.

5. Huawei memiliki EMUI sendiri. Setelah interface pengguna selesai diterjemahkan, walaupun lapisan bawahnya berubah. Namun pada kenyataannya, interface pengguna masih sama, sehingga tidak mempengaruhi user experiences dengan sistem terbarunya.

6. OS Hong Meng, akan menjadi sistem yang pertama kali sepenuhnya menyatukan ponsel, PAD, PC, transfer file, manajemen file jarak jauh, penarikan file,mobil atau wearable products lainnya. Sehingga, walaupun orang yang pertama kali menggunakan komputer atau ponsel akan memiliki perasaan yang sama.

Just like grandma says, Perang Dagang AS-China telah menjalar ke perang Teknologi antara dua negara. Hegemoni AS telah membiasakan AS untuk memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Tetapi, kali ini AS mungkin terlalu percaya diri atau salah menghitung. Salah memilih lawan. What doesn’t kill you will make you stronger!

Seperti kutipan peringatan media Swiss beberapa hari yang lalu, Jangan salah menafsirkan pengekangan diri Beijing sebagai suatu kelemahan atau kekurangan! Karena, sebaliknya justru akan mempercepat modernisasi Tiongkok menjadi negara Superpower.

Mungkin sepuluh atau dua puluh tahun kemudian, ketika para ilmuwan dan sejarawan melihat kembali Perang Dagang yang dilancarkan Trump hari ini, akan menyalahkan Trump atas semua kebijakan yang telah menyesatkan AS.

Penerbit Artikel :



Kirim Artikel

Gimana Reaksi Kamu?

Gimana Pendapat Kamu ?

Kamu akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN .
Silahkan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.



atau Komentari via Facebook dibawah



Kamu mungkin juga suka ini