Indonesia adalah negara demokrasi. Makanya tiap-tiap periode tertentu selalu diadakan pemilu alias pemilihan umum. Misalnya aja, pemilu yang diadakan pada April 2019 ini.

Nah, menjelang pemilu pasti kamu sering deh nemuin hal nyebelin. Dari sekian banyak hal nyebelin waktu pemilu, menurut kita, 5 hal nyebelin berikut ini benar-benar harus hilang dari Indonesia.

Sebagai negara demokrasi, gak heran Indonesia selalu menyelenggarakan pemilihan umum alias pemilu setiap periode tertentu. Pemilihan umum ini biasanya dimaksudkan buat mencari pemimpin atau wakil rakyat yang baru.

Pemilu ini juga banyak dikenal orang-orang kita sebagai pesta politik. Namanya pesta, tentu harus senang-senang doang. Namun kalau pesta politik atau pesta demokrasi ini, kamu pasti setuju kalau di dalamnya ada banyak juga hal nyebelin. Hal-hal nyebelin inilah yang harusnya hilang dari pemilu. Biar pemilu isinya senang-senang aja.

Lalu, hal-hal nyebelin apa yang harus hilang? Langsung simak di bawah ini ya.

1. Pencitraan yang Berlebih

1. Pencitraan yang Berlebih

Salah satu hal nyebelin saat menjelang pemilu adalah banyaknya pencitraan. Ya, kalau pencitraan biasa aja sih masih gak apa. Karena pencitraan itu memang perlu. Namun kalau udah berlebihan, nyebelinbanget. Misalnya aja, calon-calon wakil rakyat yang suka upload foto sok mengayomi di media sosial. Padahal aslinya ngartis dan gak peduli sama hal lain.

SPONSOR

2. Banyak Banner Kampanye

2. Banyak Banner Kampanye

Buat mengenalkan diri dan program kerja, tentu aja para caleg dan capres melakukan kampanye dengan cara menyebarkan banner tentang profil dan program kerja mereka. Sayangnya, banyak banner kampanye ini malah bikin kotor tempat umum karena nempelinya sembarangan.

3. Suap

3. Suap

Hal nyebelin lainnya dari pemilu adalah mulai banyaknya suap, contohnya adalah serangan fajar. Dalam serangan fajar, calon wakil rakyat suka bagi-bagi kebutuhan pokok atau duit dengan permintaan si penerima mau mencoblos mereka dalam pemilihan.

4. Menjelekan Lawan

4. Menjelekan Lawan

Banyak yang bilang, kita harus sehat saat berkompetisi. Sayangnya, di pemilu jarang banget yang kompetisi secara sehat. Kebanyakan saling menjelekan dan memandang rendah satu sama lain. Yang kayak begini nih biasanya ikut pemilu bukan demi rakyat, tapi demi kekuasaan semata.

5. Saling Bermusuhan

5. Saling Bermusuhan

Berbeda pilihan itu hal yang wajar. Toh, kita Indonesia memang disatukan oleh perbedaan. Namun, sebal karena setiap pemilu banyak orang-orang yang bermusuhan dan saling ledek gara-gara berbeda pilihan. Yang satu ngatain "cebong", yang satu ngatain "kampret". Padahal dua-duanya sama-sama Indonesia.

Pemilu ada di Indonesia buat mencari pemimpin terbaik, buat bikin Indonesia jadi lebih baik, bukan bikin Indonesia jadi lebih buruk. Jadi, kalau bisa menikmati pesta demokrasi ini dengan bahagia dan jangan saling bermusuhan ya. Toh, ini juga buat kita semua, Indonesia. 

Penerbit Artikel :



Kirim Artikel

Gimana Reaksi Kamu?

Gimana Pendapat Kamu ?

Kamu akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN .
Silahkan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.



atau Komentari via Facebook dibawah



Kamu mungkin juga suka ini