Sebagai tokoh publik yang dipandang tentu segala tindak tanduk mereka akan menjadi sorotan masyarakat. Beberapa dari mereka ada yang sengaja mencari sensasi untuk menaikkan popularitas namun ada pula yang melakukan kebohongan publik dengan tujuan untuk kabur dari suatu masalah atau memojokkan suatu pihak. Berikut adalah lima tokoh publik yang berhasil melakukan penipuan besar.

1. Ratna Sarumpaet

1. Ratna Sarumpaet Fadli Zon menjenguk Ratna Sarumpaet setelah dikabarkan dianiaya di Bandung pada 21 September 2018 (Foto: Twitter @fadlizon)

Berita mengenai penganiayaan Ratna bermula dari koordinator juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyatakan bahwa aktivis tersebut telah dianiaya dalam mobil ketika dalam perjalanan menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada Senin (1/9).

Berita itu segera menjadi buah bibir masyarakat hingga berbagai ucapan semangat pun diberikan kepada Ratna oleh rekan-rekan sesama politisi. Pasalnya foto Ratna dengan muka yang bengkak itu tersebar di berbagai media sosial hingga masyarakat penasaran siapa orang yang tega melakukan "penganiayaan" tersebut.

Setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, Ratna diketahui telah melakukan kebohongan publik berdasarkan penjabaran bukti-bukti yang dibeberkan oleh pihak kepolisian di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (3/10). Dari bukti yang berhasil dikumpulkan, Ratna bukan dirawat di rumah sakit di daerah Bandung melainkan di RS Bina Estetika yang merupakan rumah sakit bedah plastik.

Ternyata memar dan bengkak di wajahnya itu hasil sedot lemak yang dilakukannya. Ia beralasan sengaja menyebarkan kebohongan tersebut pada mulanya ke anaknya yang bertanya perihal wajah sang ibu yang bengkak. Namun, ia juga enggan untuk kembali membenarkan kebohongan tersebut.

2. Setya Novanto

2. Setya Novanto Mantan Ketua DPR Setya Novanto (kanan) mengikuti sidang di gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/9). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Mantan Ketua DPR RI sekaligus tersangka kasus dugaan mega korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, Setya Novanto dikabarkan terlibat kecelakaan tunggal di daerah Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017).

Saat itu Setya yang duduk di jok belakang disupiri oleh Hilman Mattauch, jurnalis Metro TV bersama dengan seseorang bernama Reza di samping supir menggunakan mobil Fortuner hitam. Mereka hendak menuju ke stasiun Metro TV untuk menjadi narasumber salah satu program televisi. Di tengah perjalanan mereka sepakat untuk melakukan wawancara langsung melalui telepon.

Kecelakaan pun terjadi lantaran Hilman yang hilang fokus karena sesekali menengok ke belakang untuk merespon jawaban dari Setya Novanto. Kejadian tersebut menyebabkan Setya harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Tidak beberapa lama setelah itu tersebar fotonya yang sedang dirawat di ranjang rumah sakit. Tapi ternyata banyak orang yang mencurigai foto tersebut rekayasa karena adanya beberapa hal yang ganjil. Misalnya benjolan sebesar bakpau seperti penuturan kuasa hukumnya Fredrich Yunadi, penggunaan infus yang seharusnya untuk anak, dan beberapa keganjilan medis lainnya.

Setelah berbagai drama yang ia lakukan, akhirnya perjalanan tersangka korupsi Setya Novanto harus berakhir setelah divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa (24/4/2018).



Penerbit Artikel :



Kirim Artikel

Gimana Reaksi Kamu?

Gimana Pendapat Kamu ?

Kamu akan mendapatkan benefit jika saat mengunjungi konten ini dalam keadaan LOGIN .
Silahkan LOGIN atau DAFTAR untuk mendapatkan benefitnya.



atau Komentari via Facebook dibawah



Kamu mungkin juga suka ini